Berau Gasspol Ekonomi Hijau: Hutan 98 Ribu Ha Jadi Ladang Madu Kelulut & Pupuk Kompos
BERAU, nusaetamnews.com : Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, udah mantap memilih jalur ekonomi hijau. Fokus utamanya: memberdayakan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan melalui skema perhutanan sosial.
Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, negasin bahwa potensi Berau gede banget.
“Total luas lahan perhutanan sosial di Berau mencapai 98 ribu hektare, sehingga hal ini mampu mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan kawasan hutan,” katanya di Tanjung Redeb, Rabu (12/11).
Project utama ekonomi hijau ini adalah budi daya madu kelulut dan produksi pupuk kompos.
77 Kampung Dapat Dana Karbon Rp350 Juta per Desa!
Pemkab Berau juga nge-gas program Karbon Hutan Berau sebagai upaya global untuk nurunin emisi dan wujudin hutan lestari. Program kemitraan ini bertujuan melindungi ekosistem penting, keanekaragaman hayati, hingga habitat orang utan Kalimantan.
Kabar baiknya:
- Dana Karbon: Tahun ini, 77 kampung di Berau kecipratan dana karbon rata-rata Rp350 juta per kampung!
- Pemanfaatan: Duit ini harus dipakai buat ngedukung usaha ekonomi di kawasan hutan, seperti nambahin jumlah koloni madu kelulut dan kegiatan ekonomi lain yang nggak merusak lingkungan.
Kunci Sukses: Kolaborasi Lintas Sektor
Said negasin kalau luasnya perhutanan sosial di Berau (98 ribu ha!) butuh kerja sama semua pihak.
Dalam sosialisasi dokumen Integrated Area Development (IAD) dan pembagian peran Pokja Perhutanan Sosial, Said nyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor nggak cuma jalanin program, tapi saling support.
- Hak Kelola Rakyat: Konsepnya jelas: masyarakat punya hak kelola melalui perizinan berusaha perhutanan.
Sekda Berau optimis, pengelolaan perhutanan sosial yang melibatkan semua pihak ini bakal ngasih dampak positif dan kepastian berusaha bagi masyarakat. Berau makin hijau, masyarakat makin cuan! (ant/one)