Subscribe

Ini 4 Sumber PAD Kaltim yang Bikin Kas Daerah Gemuk

2 minutes read

Nusaetamnews.com : Kaltim, dengan aktivitas ekonomi yang masif (terutama tambang, migas, dan perkebunan), punya beberapa “tambang emas” lain dalam keranjang PAD-nya.

1. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) & Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)

Ini adalah backbone atau tulang punggung penerimaan pajak daerah di Kaltim.

  • Fokus: Meskipun penerapan UU No. 1 Tahun 2022 tentang HKPD menyebabkan sebagian penerimaan dari PKB dan BBNKB harus dibagi (opsen) ke kabupaten/kota, jumlahnya tetap signifikan.
  • Tantangan: Kaltim sempat dihadapkan pada tantangan karena memiliki tarif pajak kendaraan yang termasuk terendah se-Indonesia. Namun, dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah, khususnya dari sektor logistik dan pertambangan, potensi penerimaannya tetap tinggi.

2. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB)

Dengan status Kaltim sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas logistik dan industri terpadat di luar Jawa, konsumsi bahan bakar sangat tinggi.

  • Fokus: PBBKB menjadi penyumbang besar PAD karena menghitung konsumsi BBM di seluruh sektor, mulai dari transportasi harian hingga operasional alat berat (sebelum diatur sebagai PAB) dan industri pertambangan/perkebunan.

3. Pajak Pemanfaatan Air Permukaan (P2AP)

Pemanfaatan air permukaan, terutama untuk kepentingan industri besar seperti pertambangan, perkebunan, dan pembangkit listrik, adalah sumber PAD yang terus digenjot.

  • Fokus: Penertiban izin dan penagihan yang optimal dari perusahaan-perusahaan yang mengambil air dari sungai atau sumber air permukaan lain menjadi kunci peningkatan PAD dari sektor ini.

4. Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB)

Sektor tambang bukan hanya menyumbang melalui alat berat. Kaltim juga punya peluang besar dari opsen (persentase bagian yang dialokasikan ke provinsi) dari Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (seperti pasir, kerikil, dan batu-batuan lain yang digunakan untuk konstruksi).

  • Fokus: Dengan gencarnya pembangunan infrastruktur untuk mendukung Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, permintaan terhadap MBLB melonjak tinggi, yang otomatis meningkatkan potensi pendapatan dari opsen pajak ini.

Proyeksi ke Depan

Pemprov Kaltim terus berupaya mengoptimalkan seluruh pos pendapatan ini. Selain penertiban pajak (seperti yang dilakukan pada Alat Berat), Pemprov juga mendorong BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) untuk bersinergi lebih erat dengan perusahaan tambang dan migas agar kontribusi mereka terhadap PAD juga meningkat. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *