Subscribe

Kemenhut-Unmul Kolaborasi, Cetak SDM Pengebut Ekonomi Karbon untuk Target FOLU Net Sink 2030!

2 minutes read

SAMARINDA (nusaetamnews.com) – Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM (P2SDM) Wilayah V Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggandeng Universitas Mulawarman (Unmul) untuk memperkuat penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di bidang ekonomi karbon.

Kepala Balai P2SDM Wilayah V, Elpa Rifadi, di Samarinda, Senin, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk meninggalkan cara kerja parsial.

“Kolaborasi itu penting dalam seluruh kegiatan yang ada di dunia pelatihan, dunia pendidikan di universitas,” kata Elpa.

Kolaborasi strategis ini adalah jawaban nyata terhadap tantangan global perubahan iklim dan ditujukan untuk mendukung implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK), sesuai dengan Perpres Nomor 98 Tahun 2021. Tujuan utamanya: Menyiapkan SDM andal untuk mencapai target ambisius Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.

Lulusan 100% Siap Tempur

Kerja sama antara Balai P2SDM Wilayah V dengan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Unmul telah sukses menggelar Pelatihan Perhitungan Karbon Hutan dan Penyusunan Dokumen Aksi Mitigasi.

Hasilnya, 30 peserta yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan Unmul, lulus 100%. Mereka kini dibekali kompetensi inti yang sangat dibutuhkan industri:

  • Kemampuan menghitung cadangan, emisi, dan serapan karbon hutan.
  • Mampu menyusun Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM) dan Laporan Capaian Aksi Mitigasi (LCAM).

Menurut Elpa, sertifikat kompetensi ini akan menjadi nilai tambah signifikan di portofolio para alumni saat memasuki dunia kerja.

Ajak Unmul Manfaatkan Hutan Khusus

Ke depan, Balai P2SDM berencana membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) di tingkat pelaksana. Pihaknya juga membuka ruang seluas-luasnya bagi Unmul untuk kegiatan akademik.

“Kami juga membuka ruang sebesar-besarnya kepada universitas untuk melaksanakan praktik atau penelitian,” ujar Elpa.Unmul dipersilakan memanfaatkan area Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) milik Balai P2SDM Wilayah V, seperti di Labanan, untuk praktik dan penelitian.

Pelatihan intensif ini berlangsung selama enam hari (sejak 5 November 2025) dengan total 56 jam pelajaran, mencakup teori di kampus Unmul dan praktik di Arboretum Himba Etam Balai P2SDM Wilayah V. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *