Subscribe

Rupiah Digital: Proyek Garuda di Tengah Kaltim

2 minutes read

Nusaetamnews.com : Rupiah Digital (Central Bank Digital Currency/CBDC) adalah inisiatif besar Bank Indonesia (disebut Proyek Garuda) yang terus dikembangkan, dan informasinya juga disosialisasikan di Kaltim sebagai pusat ekonomi baru Indonesia.

1. Status Pengembangan Global

  • Bukan Dompet Digital: Rupiah Digital (RD) berbeda dengan e-wallet (uang elektronik) yang beredar saat ini. RD adalah uang yang diterbitkan langsung oleh BI (Bank Sentral), menjadikannya klaim langsung kepada BI, sama seperti uang tunai, tetapi dalam bentuk virtual.
  • Tahapan Bertahap: Penerbitan RD tidak langsung untuk masyarakat luas (ritel). BI menerapkan arsitektur dua tingkat atau wholesaler:
    • Tahap 1 (Wholesale/w-RD): Fokus pada transaksi bernilai besar antar bank dan operasi moneter BI. BI telah menyelesaikan Proof of Concept (PoC) untuk tahap ini, membuktikan kelayakan teknologi Distributed Ledger Technology (DLT) atau Blockchain pada akhir 2024.
    • Tahap 2 & 3 (Ritel/r-RD): Penggunaan untuk masyarakat umum (End State) direncanakan akan terintegrasi penuh sekitar 2029-2030.

2. Relevansi di Kaltim

Meskipun Rupiah Digital belum dirilis untuk masyarakat umum Kaltim, sosialisasi dan kesiapan infrastruktur menjadi penting, mengingat pesatnya pembangunan IKN:

  • Edukasi dan Kesiapan: Perwakilan BI di Kaltim telah mulai memberikan pemahaman kepada publik bahwa RD akan menggantikan uang kartal secara bertahap, dan masyarakat akan menggunakannya melalui “dompet digital” yang terintegrasi.

Infrastruktur IKN: IKN didesain sebagai Smart City (Kota Pintar), yang akan membutuhkan sistem pembayaran super efisien. Rupiah Digital diposisikan sebagai fondasi sistem moneter digital yang aman dan terpusat di seluruh negeri, termasuk IKN. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *