GILAAA! OUTSTANDING PINJOL TEMBUS RP90,99 T, TUMBuh 22,16% YOY!
Jakarta, nusaetemnews.com : ndustri keuangan non-bank Indonesia ngebut banget! Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan outstanding di berbagai sektor pembiayaan, terutama Pinjaman Online (Pinjol) yang gak ada matinya!
Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, membeberkan angka-angka kece per Kuartal III-2025:
Pinjol dan Paylater Jadi Motor Pertumbuhan
| Sektor Pembiayaan | Outstanding (Q3-2025) | Pertumbuhan (yoy) | Risiko Kredit (TWP90/NPF) |
| Pinjol | Rp90,99 Triliun | 22,16% | TWP90: 2,82% |
| BNPL (Perusahaan Pembiayaan) | Rp10,31 Triliun | 88,65% (Tertinggi!) | NPF gross: 2,92% |
| Pegadaian | Rp111,68 Triliun | 30,92% | Terjaga |
| Perusahaan Pembiayaan | Rp507,14 Triliun | 1,07% | NPF gross: 2,47% |
- Catatan Kaki: Pertumbuhan Buy Now Pay Later (BNPL) yang disalurkan oleh Perusahaan Pembiayaan meroket 88,65% YOY—tanda masyarakat makin gandrung belanja dengan skema cicilan instan.
Warning Keras OJK: Modal Mepet Harus Top-Up!
Di balik pertumbuhan fantastis, OJK memberikan lampu kuning terkait permodalan:
- Perusahaan Pembiayaan (PP): 3 dari 145 PP belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp100 Miliar.
- Pinjol (Pindar): 8 dari 95 Penyelenggara Pindar belum memenuhi ekuitas minimum Rp12,5 Miliar.
Para pemain yang modalnya mepet ini sudah setor action plan ke OJK. Pilihannya: tambah modal dari pemegang saham lama, cari investor strategis baru, atau merger dengan Pinjol lain.
“OJK terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan berdasarkan progress action plan upaya pemenuhan kewajiban ekuitas minimum dimaksud,” ujar Agusman.
OJK Tegakkin Aturan: Sanksi Administratif Bertebaran
Sebagai upaya menjaga industri tetap sehat, OJK gak segan memberikan sanksi bagi yang bandel:
- Selama Oktober 2025, 10 Perusahaan Pembiayaan, 2 Perusahaan Modal Ventura, 25 Penyelenggara Pindar, dan lembaga lainnya dikenai sanksi administratif (total 26 denda dan 47 peringatan tertulis).
Intinya: Sektor pembiayaan makin besar, tapi OJK strict banget soal kepatuhan dan tata kelola agar industri ini sehat dan optimal berkontribusi pada ekonomi nasional. (ant/one)