DUIT GEDE RP 371 TRILIUN SIAP DIGELONTORKAN KE PERTANIAN: TARGET SERAP 8 JUTA KERJAAN!
Jakarta, nusaetamnews.com : Sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan Indonesia siap-siap naik kasta! Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman baru saja meeting serius bareng Menteri Investasi dan Hilirisasi (sekaligus CEO Danantara), Rosan Perkasa Roeslani. Hasilnya? Dana investasi hilirisasi gede-gedean senilai Rp371 triliun siap digelontorkan!
Angka fantastis ini bukan cuma buat upgrade industri, guys. Impact utamanya adalah membuka lapangan pekerjaan.
Target Utama: 8 Juta Job Opportunities
Mentan Amran menegaskan bahwa investasi Rp371 triliun ini punya misi super penting:
“Total kalau investasi hilirisasi Rp371 triliun itu, akan terserap 8 juta lapangan pekerjaan,” kata Mentan Amran.
- Target Awal (3 Tahun): Proyeksi penyerapan tenaga kerja mencapai 3 juta orang, atau rata-rata 1 juta pekerja per tahun. Super realistis!
- Fokus Komoditas: Tebu, Kakao, Mete, dan lainnya akan jadi prioritas utama program hilirisasi ini.
Kenapa Hilirisasi Worth It?
Hilirisasi (mengolah bahan mentah jadi produk jadi di dalam negeri) adalah kunci cuan dan kunci kesejahteraan petani.
Mentan Amran memberi contoh nyata betapa powerful-nya hilirisasi:
| Komoditas | Status Sebelumnya (Dijual Mentah) | Status Setelah Hilirisasi (Contoh Maluku Utara) | Kenaikan Nilai |
| Kelapa | Rp600 per butir | Rp3.500 per butir | Hampir 500% |
“Kalau dulu kelapa dijual mentah, nilainya kecil. Tapi setelah kita olah di dalam negeri, harganya bisa naik hingga 500 persen. Ke depan, dengan industri yang lebih besar, nilainya bisa meningkat 20 sampai 100 kali lipat,” jelas Mentan.
Ini adalah game changer! Komoditas kita gak lagi dijual murah-murah, tapi diolah, dijual mahal, dan untungnya kembali ke petani dan negara.
Intinya: Pemerintah gercep menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo. Pre-feasibility study (Studi Kelayakan Awal) segera diselesaikan dan langsung ditindaklanjuti oleh Menteri Investasi. “Tadi kita sudah sepakati semua, prinsipnya kita percepat,” tutup Mentan Amran. (ant/one)