Subscribe

Aftercare Dinsos Kaltim: Siapa Bilang Lulus Pelatihan Langsung Bebas?

3 minutes read

Setelah para wanita rentan, termasuk yang terindikasi mantan “ayam kampus,” selesai menjalani program rehabilitasi dan pelatihan keterampilan di UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Harapan Mulia Samarinda, tugas Dinsos Kaltim enggak langsung selesai. Justru, fase monitoring dan evaluasi (Monev) alias “Aftercare” ini jadi kunci sukses keberlanjutan mereka.

Konsepnya begini: Program ngasih ikan (pelatihan skill) dan kail (modal), tapi Dinsos juga harus memastikan mereka beneran mancing dan gak balik ke kolam yang lama.

Strategi Monitoring Kece Dinsos Kaltim:

1. Kunjungan Rumah (Home Visit) Periodik

Ini adalah metode tradisional tapi paling efektif. Tim Pekerja Sosial (Peksos) dari Dinsos Kaltim atau lembaga mitra akan melakukan kunjungan mendadak atau terjadwal ke alamat tinggal para eks-PSK setelah mereka kembali ke masyarakat (reintegrasi).

  • Yang Dicari Tahu: Apakah modal usaha yang diberikan benar-benar digunakan untuk membuka usaha sesuai skill (misalnya, menjahit atau kuliner)? Bagaimana kondisi sosial dan ekonomi mereka saat ini? Apakah ada tekanan atau lingkungan yang berpotensi menarik mereka kembali ke praktik lama?
  • Fokus Mahasiswa: Jika statusnya masih mahasiswa, tim Peksos akan memantau bagaimana aktivitas perkuliahan mereka berjalan dan apakah mereka sudah berhasil mandiri secara finansial.

2. Kemitraan dengan Tokoh Masyarakat dan RT/RW

Dinsos nggak bisa kerja sendiri. Mereka melibatkan stakeholder lokal untuk jadi “mata dan telinga” di lapangan.

  • Peran Local Heroes: Kepala RT/RW, tokoh agama, atau tokoh masyarakat setempat diminta untuk turut memantau dan memberikan dukungan sosial kepada eks-PSK. Ini membantu proses penerimaan mereka kembali di lingkungan tanpa dihakimi (stigmatisasi).
  • Laporan Periodik: Tokoh masyarakat diminta memberikan laporan sederhana kepada Dinsos jika ada indikasi masalah atau jika eks-PSK tersebut mulai menunjukkan perilaku yang mencurigakan.

3. Grup Komunikasi dan Konsultasi Online

Untuk pendekatan yang lebih Milenial/Gen Z, komunikasi online juga dimanfaatkan.

  • Support Group Digital: Dinsos sering membuat grup chat (misalnya di WhatsApp) yang diisi oleh para alumni pelatihan. Grup ini digunakan sebagai wadah sharing, motivasi, dan konsultasi jika ada masalah teknis dalam menjalankan usaha atau tekanan emosional.
  • Akses Konsultasi Instant: Mereka bisa langsung menghubungi Peksos yang mendampingi jika menghadapi krisis atau butuh support cepat.

4. Evaluasi Mandiri (Laporan Hasil Usaha)

Bagi yang menerima bantuan modal usaha, ada kewajiban untuk membuat laporan sederhana.

  • Proof of Work: Eks-PSK diminta melaporkan progress usaha mereka secara berkala, bisa berupa foto produk, catatan keuangan sederhana, atau testimoni dari pelanggan. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban atas modal yang telah diberikan.

Tujuan aftercare ini bukan hanya memastikan mereka berhenti, tapi memastikan mereka mandiri secara ekonomi dan diterima sepenuhnya di masyarakat. Re-integrasi yang sukses adalah saat stigma negatif terhadap mereka hilang dan mereka bisa fokus pada masa depan yang lebih cerah. (One)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *