Gerak Cepat! Kaltim Tembak Kesenjangan Pembangunan Lewat Peningkatan IDM Desa
Kutai Kartanegara (nusaetamnews.com) Gengs, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) ngasih prioritas super nih buat naikin Indeks Desa Membangun (IDM). Ini adalah jurus jitu mereka buat nutup jurang kesenjangan pembangunan antara kota dan desa.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim, Dasmiah, di Kutai Kartanegara, Senin lalu, negasin akar masalahnya ada di pemerataan pembangunan antara perkotaan dan perdesaan. Makanya, fokus Pemprov adalah memperbaiki IDM dengan zero-in ke tiga dimensi utama:
- Ketahanan Sosial Dasar.
- Ketahanan Ekonomi.
- Ketahanan Ekologi.
Penegasan ini disampein saat event Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Tenggarong yang melibatkan banyak stakeholders penting (DPRD, Bappeda, OPD se-Kaltim). Tujuannya jelas: Nyusun strategi pembangunan desa yang terukur dan efektif!
PR Besar: Infrastruktur dan Akses Layanan
Dasmiah gak menampik kalau banyak desa di Kaltim masih struggling. Masalah paling krusial adalah keterbatasan infrastruktur dasar, khususnya jalan.
“Masih banyak desa, terutama yang berstatus tertinggal, menghadapi keterbatasan akses jalan dan transportasi. Padahal, jalan merupakan indikator utama yang membuka peluang bagi pembangunan lainnya,” paparnya.
Selain itu, kesenjangan layanan pendidikan dan kesehatan antara kota dan desa juga masih jadi PR berat. Walaupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim secara umum udah keren banget, ketimpangan antarkabupaten/kota harus segera dituntaskan.
Strategi Next Level
Supaya pembangunan tepat sasaran, Dasmiah highlight beberapa langkah penting:
- Penguatan Data: Penting banget naikin kapasitas aparatur desa dalam kelola data (via Electronic Data Management/EDM) agar data yang dihasilkan lebih akurat.
- Pendekatan Spesifik: Mengingat Kaltim punya karakteristik geografis yang beragam (gambut, akses terbatas), butuh pendekatan pembangunan yang spesifik dan eco-friendly.
Tujuan Akhir Monev (5 Poin): Mulai dari pemetaan status desa, perumusan rencana pembangunan yang terintegrasi IDM, sinkronisasi data, mewujudkan pembangunan yang berdampak, sampai penguatan kerja sama lintas sektor.
“Tujuan akhirnya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, karena indeks desa adalah cerminan dari keberhasilan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” tutup Dasmiah. (ant/one)