Subscribe

Samarinda Nggak Ada Lawan! IPM Juara Kaltim, Tapi Ketimpangan Check!

2 minutes read

Hai Gen-Z & Millennials Kaltim! Ada update keren (tapi bikin mikir) nih soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Timur. Data terbaru menegaskan bahwa Samarinda is the King! Tapi, gap IPM antara kota maju dan kabupaten remote di Kaltim itu masih jomplang banget!

IPM sendiri adalah skor yang mengukur seberapa sukses suatu wilayah dalam membangun kualitas hidup penduduknya, diukur dari 3 dimensi: Umur Panjang & Hidup Sehat, Pengetahuan, dan Standar Hidup Layak.

Top 3 Kota ‘Sangat Tinggi’ di Kaltim (Data BPS 2024)

Samarinda, Balikpapan, dan Bontang adalah tiga kota yang berhasil menembus status “Sangat Tinggi” (IPM $\geq$ 80), menempatkan mereka di kelas paling atas se-Kaltim.

Peringkat Kota/Kabupaten Nilai IPM (Tahun 2024) Status
1 Kota Samarinda 83,11 Sangat Tinggi
2 Kota Balikpapan 82,62 Sangat Tinggi
3 Kota Bontang 82,49 Sangat Tinggi
(Kaltim) (Rata-rata Provinsi) 78,79 Tinggi

Samarinda vibes-nya paling powerful! Sebagai Ibu Kota Provinsi, Samarinda berhasil merebut takhta IPM tertinggi, mengalahkan rival abadi, Balikpapan, dan mini-metro Bontang. Kenaikan IPM Kaltim secara keseluruhan (78,79 di 2024) sebagian besar didorong oleh kinerja 3 kota ini.

Warning! Ketimpangan IPM Masih Jadi PR Besar

Meskipun tiga kota di atas cakep banget, nyatanya angka IPM Kaltim yang tinggi itu menipu. Ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedalaman masih terasa banget.

  • Jomplang: Nilai IPM Kaltim di 2024 yang mencapai 78,79 itu sangat timpang jika dibandingkan dengan beberapa kabupaten di pedalaman.
  • Si Paling Bawah: Kabupaten seperti Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kutai Barat (Kubar) masih berjuang keras. Mahulu, misalnya, memiliki IPM yang paling rendah di Kaltim (sekitar 70,02 di 2023, meski ada peningkatan status dari ‘Sedang’ ke ‘Tinggi’), jauh di bawah standar Samarinda (>83).

Apa Sih yang Bikin Gap-nya Jauh?

  1. Akses Pendidikan: Di Samarinda, Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sudah tinggi (Samarinda di 2023: HLS 15,39 tahun), mencerminkan akses pendidikan yang luar biasa. Sebaliknya, daerah remote masih minim fasilitas dan kualitas sekolah.
  2. Standar Hidup Layak: Pengeluaran riil per kapita penduduk kota (seperti Bontang dan Samarinda) jauh lebih tinggi, menandakan daya beli dan kesejahteraan ekonomi yang lebih baik dibandingkan kabupaten yang mayoritas bergantung pada sektor primer.
  3. Infrastruktur: Kota-kota besar sudah menikmati infrastruktur publik yang memadai, sementara kabupaten tertinggal masih kesulitan akses jalan dan fasilitas dasar lainnya.

The Bottom Line:

IPM Samarinda yang top-tier adalah cerminan kesuksesan pembangunan di wilayah perkotaan. Namun, hal ini menjadi kritik keras bagi Pemprov Kaltim untuk memastikan pembangunan tidak hanya dinikmati segelintir kota, melainkan harus merata hingga ke Mahulu dan Kubar, agar gap kualitas hidup ini bisa diperkecil! (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *