Subscribe

Samarinda Gak Kaleng-Kaleng! Oktober 2025: Sektor ‘Nge-Mall’ Lebih Cuan Daripada ‘Nambang’?!

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com : Kota Tepian di bulan Oktober 2025 kasih plot twist di peta ekonomi lokal. Di tengah isu kelesuan sektor tradisional, justru ada satu sektor yang sukses bikin perputaran uang sampai miliaran Rupiah hanya dalam hitungan hari!

The Big Picture:

1. Sektor Paling Dominan: FOOD & BEVERAGE (Ekonomi Kreatif)!

Lupakan sejenak vibe batubara. Di Oktober 2025, sektor kuliner dan ekonomi kreatif jadi bintang utama cash flow di Samarinda!

  • Samarinda Food Week (SFW) Pecah Rekor: Festival kuliner tahunan ini sukses mencatatkan perputaran uang hingga Rp2,1 Miliar hanya dalam waktu tujuh hari!
  • UMKM On Fire: Angka fantastis ini didominasi transaksi dari ratusan tenant kuliner yang 80% di antaranya adalah tenant baru. Ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat Samarinda untuk sektor leisure dan lifestyle (makan-makan, nongkrong) sangat tinggi.
  • Transaksi Digital Sat Set: Transaksi non-tunai, terutama menggunakan aplikasi perbankan, mendapat apresiasi khusus, menunjukkan ekosistem digitalisasi ekonomi di Samarinda makin matang.

2.  Sektor Tradisional Auto Melambat: Tambang & Konstruksi Kena Rem

Sementara hype ada di makanan, sektor-sektor penopang ekonomi Kaltim secara keseluruhan (termasuk Samarinda) justru lagi slow down.

  • Tambang dan Konstruksi Lesu: Kinerja ekonomi Kaltim pada Triwulan I dan II 2025 tercatat di bawah rata-rata nasional. Pemicu utamanya adalah kelesuan di sektor pertambangan (batubara) dan konstruksi.
  • Dampak Global: Kinerja tambang batubara melambat karena isu global, seperti kenaikan tarif impor di AS yang berimbas pada permintaan energi di Tiongkok.
  • TKD Jatuh Bebas: Imbasnya terasa hingga ke keuangan daerah. Dana Transfer ke Daerah (TKD) Samarinda diprediksi anjlok drastis dari Rp2,59 triliun menjadi Rp1,36 triliun di tahun 2026. Pemkot Samarinda pun harus ‘putar otak’ dan fokus efisiensi anggaran.

3. Tren Masa Depan: Jasa & Digital Leading

Walaupun Tambang dan Konstruksi lagi moderat, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Kaltim akan kembali tumbuh, ditopang oleh sektor industri, jasa, dan perdagangan.

  • Digital Domination: Secara regional, Kaltim (dengan Samarinda sebagai pusat bisnis) menguasai 55% transaksi digital se-Kalimantan. Ini menandakan bahwa masa depan perputaran uang akan semakin didorong oleh aktivitas e-commerce dan keuangan digital.
  • Pentingnya UMKM: Upaya pemerintah memfasilitasi sertifikasi halal untuk UMK Samarinda menunjukkan komitmen untuk membuat sektor UMKM naik kelas dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Kesimpulan Vibes Oktober: Perputaran uang harian dan jangka pendek Samarinda di Oktober 2025 sangat dipengaruhi oleh aktivitas konsumsi dan ekonomi kreatif (kuliner/UMKM). Namun, secara makro, Samarinda dan Kaltim masih menghadapi tantangan besar untuk mengalihkan dominasi dari sektor ekstraktif (tambang) yang sedang menurun. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *