Subscribe

GAK NYANGKA! Batu Bara ‘Kelas Bawah’ Kaltim Justru Jadi Harta Karun Masa Depan

2 minutes read

Samarinda—Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), nusaetamnews.com : dikenal sebagai lumbung batu bara Indonesia. Tapi, Akademisi Unmul, Agus Winarno, menyoroti bahwa ‘harta karun’ Kaltim yang sebenarnya adalah batu bara kalori rendah-sedang!

Menurut Agus, cadangan batu bara Kaltim mencapai 11,87 miliar ton (37,14% cadangan nasional), dan 75% di antaranya adalah batu bara kalori rendah.

“Melimpahnya batu bara kalori rendah ini justru menjadi peluang strategis untuk program peningkatan nilai tambah (PNT) batu bara,” kata Agus.

KENALAN DENGAN TEKNOLOGI GASIFIKASI!

Solusinya ada pada teknologi Gasifikasi.

Apa Itu Gasifikasi? Produk Turunan Bernilai Tinggi
Proses mengubah batu bara padat menjadi Gas Sintetik (Syngas). Metanol, Dimethyl Ether (DME), Amonia, hingga Hidrogen.

Teknologi ini mengubah batu bara yang selama ini dianggap kurang bernilai menjadi produk-produk hilir yang sangat dibutuhkan industri.

PROYEK HILIRISASI KALTUM SUDAH JALAN!

Kaltim sudah on track dengan beberapa proyek hilirisasi yang sedang disiapkan:

  • Coal to Methanol: Proyek PT KPC dan PT KNC di Bengalon, Kutai Timur (target: 1,8 juta ton metanol per tahun).
  • Coal to Ammonia: Proyek PT Kideco Jaya Agung (target: 100 ribu ton amonia per tahun).
  • Pabrik Semi Kokas: Proyek PT Multi Harapan Utama (target: 500 ribu ton per tahun).

Riset Unmul sendiri sudah membuktikan bahwa batu bara peringkat rendah dari Formasi Balikpapan dan Pulau Balang sangat cocok untuk digasifikasi.

Intinya? Pemanfaatan optimal batu bara melalui gasifikasi ini adalah langkah win-win yang mendukung kemandirian energi bangsa dan mengurangi impor bahan bakar. Kaltim bukan cuma eksportir, tapi akan jadi produsen produk hilir berteknologi tinggi! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *