IKN BUKAN CUMA GEDUNG! Otorita IKN Komitmen Jaga Suku Paser & Dayak Lewat ‘Living Museum’
Penajam Paser Utara, nusaetamnews.com : Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ternyata gak cuma fokus ke beton dan gedung-gedung canggih!, Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa kemajuan fisik IKN harus berjalan seimbang dengan penguatan fondasi sosial dan budaya lokal.
“Pembangunan IKN tidak memajukan sisi fisik saja… Otorita IKN bakal menjaga kearifan budaya lokal tetap hidup dan dilestarikan menjadi khazanah budaya IKN,” ujar Alimuddin.
KENALAN DENGAN ‘LIVING MUSEUM’!
Untuk mencegah kearifan lokal tergerus di tengah masifnya pembangunan, Otorita IKN punya ide keren: membangun “Living Museum”!
Apa itu Living Museum?
Ini adalah sebuah gagasan untuk melestarikan budaya lokal secara hidup dan menjadikannya bagian dari identitas IKN.
Suku yang Dijaga:
Tiga suku utama di wilayah IKN yang menjadi fokus pelestarian adalah:
- Suku Paser (khususnya Paser Balik di Sepaku)
- Suku Dayak (khususnya Dayak Kenyah di Loa Kulu)
- Suku Kutai
WILAYAH IKN YANG MELIPUTI BUDAYA LOKAL Kawasan IKN tidak hanya mencakup Kabupaten Penajam Paser Utara (Kecamatan Sepaku), tapi juga enam kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu Loa Kulu, Loa Janan, Muara Jawa, Samboja, Samboja Barat, dan Sangasanga. Komitmen ini menunjukkan bahwa IKN ingin menjadi kota modern yang tetap berakar kuat pada budaya dan sejarah lokal Kalimantan Timur. (ant/one)