Subscribe

Lawan Kepunahan, Kaltim Jadikan Kids Zaman Now Garda Depan Revitalisasi Bahasa Ibu

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com : Gawat! Bahasa daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) lagi kritis! Pewarisan dari generasi tua makin tipis, guys. Tapi tenang, Balai Bahasa Provinsi Kaltim enggak tinggal diam. Mereka kini menunjuk anak-anak SD dan SMP sebagai frontliner alias garda terdepan buat ‘nyelametin’ bahasa ibu!

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kaltim, Asep Juanda, buka-bukaan di Samarinda, Selasa, kalau masalah utamanya adalah keengganan generasi sebelumnya buat nurunin bahasa daerah ke anak cucu, ditambah sikap antusias yang kurang bagus terhadap bahasa daerah.

“Keengganan generasi sebelumnya itu mewariskan (bahasa daerah) ke generasi berikutnya, termasuk sikap antusias terhadap bahasa daerah juga yang kurang bagus,” kata Asep.

Sikap ogah-ogahan ini, kata Asep, bikin bahasa daerah kita makin terancam, bahkan rentan punah. Ngeri! Apalagi klaim UNESCO tahun 2018 bilang kalau setiap dua minggu, satu bahasa daerah di dunia auto punah. Di Indonesia, dari 718 bahasa, banyak yang statusnya kritis, apalagi di Indonesia Timur.

‘Sekolahin’ Bahasa Ibu: Jurus Ampuh Lawan Kepunahan!

Bokek karena pewarisan alami di keluarga udah enggak hype? Balai Bahasa Kaltim punya jurus jitu: Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang udah jalan tahun keempat!

Mereka enggak lagi ngandelin rumah, tapi bikin ekosistem baru lewat jalur sekolah.

Mekanismenya keren:

  1. Latih ‘Guru Utama’: Guru-guru keren ini dilatih dulu.
  2. Wajib Sharing Ilmu: Mereka wajib ngasih tau ilmunya ke guru sejawat di daerah masing-masing (pengimbasan).

“Fokus utamanya adalah melatih siswa-siswi SD dan SMP agar aktif dan terampil menggunakan bahasa daerah dalam berbagai bentuk kreativitas,” ujar Asep. Keren abis!

FTBI: Panggung Kreatif Anak Muda Pake Bahasa Daerah!

Puncak dari program ini adalah Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI). Ini bukan cuma ajang kompetisi biasa, tapi panggung buat anak SD-SMP nunjukkin skill mereka pakai bahasa daerah.

Materi yang dilombakan pun dibuat kekinian dan relate banget buat kids zaman now:

  • Pidato
  • Mendongeng
  • Menulis cerpen
  • Menyanyi/tembang
  • Komedi tunggal (stand-up comedy)Wih, ini sih epic!

For now, di Kaltim baru tiga bahasa daerah yang di-‘revitalisasi’: Kutai, Paser, dan Melayu Kutai.

Menurut Asep, langkah ini penting banget buat jaga kekayaan linguistik ‘Benua Etam’ (julukan Kaltim) yang punya total enam belas bahasa daerah. Mulai dari yang asli kayak Aoheng, Benuaq, hingga bahasa pendatang yang udah lama stay di sana, macam Bugis dan Jawa. Wajib diselamatkan (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *