Subscribe

Pemkot Samarinda Perkuat Mitigasi Pangan dan Energi Jelang Nataru

3 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Langkah taktis langsung diambil Pemerintah Kota Samarinda untuk mengamankan stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Pemkot Samarinda memperkuat berbagai upaya mitigasi agar lonjakan harga serta kelangkaan barang bisa diredam sejak dini.Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyampaikan bahwa lonjakan permintaan dan pergerakan harga kebutuhan pokok pada momen akhir tahun perlu diantisipasi dengan cermat.Persiapan difokuskan pada pemantauan harga komoditas, pemastian kelancaran rantai distribusi, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di area padat penduduk, hingga penguatan koordinasi dengan daerah pemasok utama seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Pernyataan ini ditegaskan usai mengikuti rapat koordinasi mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri.Langkah ini diambil di tengah dinamika harga nasional, khususnya komoditas cabai yang merangkak naik di pelbagai daerah akibat kemarau panjang di wilayah sentra produksi.Selain itu, berdasarkan data BPS Kota Samarinda per 2 November 2026, angka inflasi tahunan (yoy) Samarinda menyentuh 4,39 persen dengan inflasi bulanan (mtm) sebesar 0,30 persen. Angka tahunan ini berada di atas inflasi Kaltim (4,04 persen) dan nasional (3,23 persen).Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, membeberkan bahwa pendorong utama inflasi selain sektor pangan berasal dari transportasi serta jasa penyediaan makanan/restoran. Lonjakan di sektor penerbangan sendiri dipicu kebijakan tarif biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) hingga 40 persen dari tarif batas atas sejak 1 Oktober 2026 yang berdampak pada logistik udara.Di pasar lokal Samarinda, daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar inflasi pangan, sementara harga cabai terpantau relatif stabil di angka Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Pemkot Samarinda bersama Perumda Varia Niaga, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Perdagangan terus bergerak mengamankan pasokan hortikultura dan daging ayam.Untuk meredam gejolak harga, penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus dioptimalkan. Hingga akhir Oktober lalu, realisasinya sudah menembus 90 persen dari target tahunan se-Kaltim.Tak cuma sektor pangan, Pemkot Samarinda juga menaruh perhatian besar pada pasokan bahan bakar minyak. Saefuddin meminta Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menjamin ketersediaan BBM, khususnya jenis bersubsidi, sekaligus membereskan persoalan antrean panjang di SPBU.Pihak Pertamina bersama DPRD Samarinda mengonfirmasi bahwa penumpukan kendaraan di SPBU bukan karena stok langka, melainkan maraknya aksi pembelian ilegal oleh pengepul (pengetap). Sepanjang tahun 2026, Pertamina bahkan telah menjatuhkan sanksi pembinaan kepada hampir 40 SPBU di Kaltim yang terbukti melanggar ketentuan QR Code subsidi tepat sasaran.Sebagai solusi cepat mengurai kemacetan antrean, Pemkot Samarinda dan Pertamina kini mengoperasikan empat SPBU secara 24 jam di sejumlah jalur strategis kota.Lewat koordinasi terpadu Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang menggaet seluruh instansi teknis, Pemkot Samarinda berkomitmen mengawal ketat stabilitas pangan dan energi demi kenyamanan warga menyambut penutupan tahun.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *