Subscribe

Aksi Mahasiswa Tertahan di Pagar Kantor Gubernur, Rudy Mas’ud ke Jakarta Perjuangkan Sawit hingga BBM

4 minutes read

SAMARINDA – Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) tertahan barikade polisi. Di tengah demonstrasi yang menuntut ruang penyampaian aspirasi, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud justru berada di Jakarta untuk memperjuangkan persoalan industri sawit, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), hingga pemadaman listrik bergilir.
Keberangkatan Rudy Mas’ud pada Rabu (4/11/2026) menjadi sorotan setelah foto dirinya berada di dalam pesawat menuju Jakarta beredar saat aksi masyarakat berlangsung di Samarinda.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Ririn Sari Dewi menegaskan, perjalanan tersebut merupakan agenda kedinasan yang telah terjadwal, bukan upaya menghindari mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi.
Namun, penjelasan pemerintah itu muncul ketika aksi Geram justru berlangsung di depan pagar Kantor Gubernur. Ratusan personel kepolisian membentuk barikade berlapis untuk membendung massa yang berusaha masuk ke halaman kantor.
Sekitar pukul 15.00 Wita, mahasiswa mulai menggelar aksi. Mereka sempat tertahan di pintu masuk. Selepas salat Ashar, massa kembali mencoba merangsek masuk, tetapi barikade polisi tetap menghalangi.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung.

Di tengah situasi tersebut, Pemprov Kaltim menjelaskan Rudy Mas’ud membawa sejumlah persoalan daerah ke pemerintah pusat.
Agenda pertama menyasar sektor industri turunan kelapa sawit. Rudy dijadwalkan bertemu Menteri Perindustrian pukul 15.00 WIB untuk membahas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 32 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Komoditi Turunan Kelapa Sawit.
Pertemuan itu melibatkan enam perusahaan yang memiliki fasilitas refinery sawit di Kaltim.
Persoalan yang dibahas berkaitan dengan peluang relaksasi penerapan regulasi, terutama agar hasil sampingan pengolahan kelapa sawit bisa dimanfaatkan dan dipasarkan.
Pembahasan ini bukan sekadar urusan teknis industri. Pengolahan sawit menjadi produk turunan merupakan salah satu peluang untuk memperbesar nilai ekonomi komoditas yang selama ini menjadi bagian penting perekonomian daerah.
Pemerintah provinsi berharap persoalan regulasi tersebut bisa mendapat perhatian pemerintah pusat sehingga industri pengolahan sawit memiliki ruang lebih luas untuk berkembang.

Kelangkaan BBM dan Listrik Ikut Dibawa

Selain sawit, Rudy juga membawa persoalan kelangkaan BBM yang berkaitan dengan Pertamina serta pemadaman listrik bergilir oleh PLN.

Untuk membahas persoalan tersebut, Gubernur dijadwalkan mengunjungi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dua persoalan ini menyentuh langsung aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Ketersediaan BBM berkaitan dengan mobilitas, distribusi barang, serta kegiatan ekonomi. Sementara pasokan listrik menjadi kebutuhan mendasar bagi rumah tangga hingga industri.
Ririn menyebut agenda ke Jakarta tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi menyampaikan persoalan Kaltim kepada pemerintah pusat.
Dengan demikian, keberangkatan Rudy bukan hanya agenda pertemuan formal, tetapi juga membawa sejumlah persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian.
Mahasiswa Tertahan, Pemprov Siapkan Penerima Aspirasi
Sementara Gubernur berada di Jakarta, Pemprov Kaltim menyatakan tetap membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
Ririn mengatakan, aspirasi warga dijadwalkan diterima Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Plt Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Pemerintah tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kaltim tetap berjalan,” tegas Ririn.
Pemprov menyatakan aspirasi yang disampaikan masyarakat akan diterima dan ditindaklanjuti.
Namun, di lapangan, mahasiswa Geram masih berhadapan dengan barikade polisi. Upaya mereka memasuki halaman Kantor Gubernur selepas Ashar belum berhasil.
Situasi ini membuat aksi berlangsung di tengah dua agenda berbeda: pemerintah provinsi membawa persoalan industri dan kebutuhan dasar Kaltim ke Jakarta, sementara mahasiswa berusaha menyampaikan tuntutan langsung di pusat pemerintahan daerah.
Wagub dan Sekda Juga Beragenda di Jakarta
Pemprov Kaltim turut menjelaskan agenda pejabat lainnya di Jakarta.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dijadwalkan menghadiri rapat bersama menteri dan Wakil Ketua MPR.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni juga berada di Jakarta untuk mengikuti The 2nd Steering Committee Meeting Tim Koordinasi Strategis Proyek Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT) bersama Bappenas.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan proyek, koordinasi lintas sektor, serta keberlanjutan program agar selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah.
Di tengah aksi yang masih berlangsung di Samarinda, Pemprov Kaltim memastikan agenda pemerintahan tetap berjalan dan ruang penyampaian aspirasi masyarakat tetap tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *