Subscribe

Siapkan Siswa Tembus Pasar Kerja Global, Disdikbud Kaltim Terapkan Kelas Bilingual di 88 Sekolah

3 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur resmi menerapkan program kelas bilingual di 88 sekolah menengah. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak daya saing global para pelajar di Bumi Etam.

Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyampaikan bahwa program ini digulirkan secara bertahap untuk membekali para siswa dengan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, agar siap menghadapi iklim kerja internasional yang kian kompetitif.

Armin menekankan bahwa metode pengajaran bahasa Inggris dalam program bilingual ini difokuskan pada pembiasaan praktik komunikasi harian, ketimbang sekadar penuntasan materi tekstual atau teori di dalam kelas.

Melalui pendekatan berbasis praktik harian tersebut, para siswa diharapkan memiliki kecakapan berbahasa Inggris yang aktif, lancar, dan percaya diri saat berkomunikasi. Menurut Armin, penguasaan bahasa internasional merupakan kunci utama bagi generasi muda untuk menjawab tantangan era globalisasi.

Di samping penguatan bahasa asing, Disdikbud Kaltim turut menginstruksikan seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kabupaten dan kota se-Kaltim untuk menerapkan standar budaya industri.

Penerapan standar operasional industri tersebut meliputi penegakan disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kewajiban penggunaan pakaian kerja yang sesuai, hingga penyelarasan fasilitas bengkel sekolah dengan standar perusahaan mitra swasta.

Integrasi antara penguasaan bahasa internasional dan penanaman budaya industri ini dirancang sebagai upaya nyata mencetak lulusan terampil yang siap terserap di dunia kerja maupun berwirausaha secara mandiri, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul di Kalimantan Timur.(ant/one)Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur resmi menerapkan program kelas bilingual di 88 sekolah menengah. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak daya saing global para pelajar di Bumi Etam.

Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyampaikan bahwa program ini digulirkan secara bertahap untuk membekali para siswa dengan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, agar siap menghadapi iklim kerja internasional yang kian kompetitif.

Armin menekankan bahwa metode pengajaran bahasa Inggris dalam program bilingual ini difokuskan pada pembiasaan praktik komunikasi harian, ketimbang sekadar penuntasan materi tekstual atau teori di dalam kelas.

Melalui pendekatan berbasis praktik harian tersebut, para siswa diharapkan memiliki kecakapan berbahasa Inggris yang aktif, lancar, dan percaya diri saat berkomunikasi. Menurut Armin, penguasaan bahasa internasional merupakan kunci utama bagi generasi muda untuk menjawab tantangan era globalisasi.

Di samping penguatan bahasa asing, Disdikbud Kaltim turut menginstruksikan seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kabupaten dan kota se-Kaltim untuk menerapkan standar budaya industri.

Penerapan standar operasional industri tersebut meliputi penegakan disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kewajiban penggunaan pakaian kerja yang sesuai, hingga penyelarasan fasilitas bengkel sekolah dengan standar perusahaan mitra swasta.

Integrasi antara penguasaan bahasa internasional dan penanaman budaya industri ini dirancang sebagai upaya nyata mencetak lulusan terampil yang siap terserap di dunia kerja maupun berwirausaha secara mandiri, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul di Kalimantan Timur.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *