Subscribe

Delegasi Asia-Australasia Pukau dengan Akselerasi Pembangunan IKN Nusantara

2 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com : Pengembangan Ibu Kota Nusantara kembali memancing decak kagum dari mancanegara. Kali ini, pujian datang langsung dari rombongan delegasi The 127th REAAA Governing Council Meeting yang berkesempatan meninjau langsung progres pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara.

Immediate Past President Road Engineering Association of Asia and Australasia, Dr. Sunghwan Kim, mengaku sangat terkesan dengan wajah Nusantara. Ia meyakini seluruh rakyat Indonesia patut berbangga memiliki calon ibu kota baru yang mengusung standar kelas dunia.

Rombongan yang terdiri dari 42 pakar dan praktisi infrastruktur dari berbagai negara—seperti Jepang, Australia, Korea Selatan, Singapura, hingga Taiwan—hadir untuk melihat dari dekat keterpaduan antara perencanaan kawasan, konektivitas jalan, serta penerapan konsep kota hijau berkelanjutan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut hangat kedatangan para delegasi di Balai Kota Otorita IKN. Basuki menjelaskan bahwa Nusantara kini telah melangkah ke fase kedua pembangunan periode 2025–2029, dengan target besar menjadi pusat pemerintahan penuh pada 2028 mendatang.

Dalam sesi pemaparan teknis, Otorita IKN membeberkan strategi integrasi konsep forest city, sponge city, dan smart city, serta penguatan konektivitas kawasan segitiga emas Balikpapan, Samarinda, dan Nusantara. Diskusi berjalan hangat saat kedua pihak saling bertukar pandangan mengenai tantangan geoteknik, stabilitas lereng, hingga manajemen pemeliharaan jalan jangka panjang.

Kunjungan lapangan para delegasi mencakup sejumlah titik vital, mulai dari Kantor Balai Kota, Istana Negara, Istana Wakil Presiden, hingga Taman Kusuma Bangsa. Perwakilan REAAA asal Australia, Geoffrey Webb, turut melontarkan apresiasi tinggi atas kecepatan pembangunan IKN yang tetap menjaga sensitivitas serta kelestarian bentang alam sekitarnya. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *