Waspada Tiga Penyakit Mengintai Saat Musim Kemarau di Kaltim
Samarinda, nusaetamnews.com : Musim kemarau tidak hanya bikin cuaca gerah, tapi juga membawa ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat untuk ekstra hati-hati terhadap potensi lonjakan kasus ISPA, diare, dan demam berdarah dengue selama masa kekeringan.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyebutkan bahwa minimnya pasokan air bersih dan tingginya polusi debu di udara jadi pemicu utama munculnya deretan masalah kesehatan tersebut. Tanpa langkah pencegahan dari awal, tiga penyakit menular ini bisa melonjak drastis.
Saat kemarau, kebiasaan menampung air di rumah kerap jadi sarang empuk bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Guna menekan risiko DBD, warga diimbau konsisten menerapkan gerakan 3M Plus, mulai dari menguras dan menutup tempat penampungan air, hingga menaburkan bubuk larvasida secara rutin.
Di sisi lain, kelangkaan air bersih juga berisiko menurunkan standar kebersihan lingkungan yang berujung pada cepatnya penularan diare. Dinkes Kaltim mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan cuci tangan pakai sabun dan memastikan air minum betul-betul dimasak sampai mendidih sebelum dikonsumsi demi melindungi sistem pencernaan.
Tak berhenti di situ, kombinasi cuaca panas terik, debu jalanan yang makin pekat, serta ancaman kabut asap dari kebakaran lahan turut mendongkrak risiko ISPA. Untuk membendung dampaknya, masyarakat disarankan memakai masker saat berkegiatan di luar rumah, membatasi aktivitas fisik berlebih, dan rajin minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi.
Menghadapi situasi ini, seluruh fasilitas kesehatan di sepuluh kabupaten dan kota se-Kaltim sudah disiagakan, mulai dari pasokan obat hingga pemantauan kasus secara berkala. Warga diimbau untuk langsung memeriksakan diri ke puskesmas terdekat jika mengalami gejala demam tinggi atau sesak napas. Kesadaran untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama agar keluarga tetap terlindungi selama musim kemarau. (ant/one)