Subscribe

AHY Bicara Masa Depan Kalimantan: Trans Railways Dibidik, Air Bersih Teritip Dikebut

3 minutes read

BALIKPAPAN – Masa depan Kalimantan tak cukup hanya dibangun dengan jalan dan gedung. Konektivitas antardaerah hingga ketersediaan air bersih menjadi pekerjaan besar yang harus dikebut.
Pesan itu mengemuka saat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur, Kamis (8/10/2026).

Dua isu besar menjadi perhatian: masa depan sumber daya manusia dan infrastruktur Kalimantan, serta persoalan klasik yang masih menghantui warga Balikpapan, yakni air bersih.

Di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), AHY mengisi orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-12. Di hadapan sivitas akademika, ia mendorong ITK tidak hanya menjadi kampus pencetak sarjana, tetapi juga pemasok sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan Kalimantan.

“ITK harus mampu melahirkan SDM yang semakin berkualitas, kompeten, mandiri, dan berkontribusi bagi pembangunan Kaltim, Kalimantan bahkan Indonesia,” kata AHY.

Menurutnya, Kalimantan memiliki modal besar untuk menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Wilayahnya luas, sumber daya alamnya melimpah, dan kini pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang baru.

Tetapi kekayaan itu, kata AHY, tidak akan banyak berarti tanpa konektivitas dan manusia yang mampu mengelolanya.
Karena itu, pemerintah tengah merancang gagasan Kalimantan Trans Railways, jaringan transportasi kereta yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus mendukung mobilitas komoditas di Pulau Kalimantan.

“Kami sedang merancang moda transportasi Kalimantan Trans Railways. Komoditas yang berlimpah harus dikelola secara optimal. Ini semua memerlukan SDM yang tangguh, unggul dan kompeten,” ujarnya.

Gubernur Rudy Mas’ud mengapresiasi kehadiran AHY sekaligus kesediaannya memberikan orasi ilmiah di ITK.

Ia berharap gagasan yang disampaikan AHY menjadi pemantik bagi kampus untuk semakin aktif melahirkan inovasi dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

“Semoga kehadiran dan pemikiran yang disampaikan Pak Menko menjadi inspirasi bagi keluarga besar ITK dan semakin memperkuat kolaborasi dalam membangun Kalimantan Timur,” kata Rudy.

Dari Kampus ke Sumur Bor

Agenda AHY kemudian bergeser dari kampus ke persoalan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan warga.
Didampingi Gubernur Rudy Mas’ud, pejabat utama Kemenko IPK dan Kementerian Pekerjaan Umum, AHY meninjau sumur bor di Kelurahan Teritip, Balikpapan.

Di kawasan tersebut, kebutuhan air bersih warga masih belum sepenuhnya terpenuhi.
Kapasitas yang mulai tersedia mencapai sekitar 1.500 liter per detik, sementara kebutuhan masyarakat mencapai 2.500 liter per detik.

Artinya, masih ada pekerjaan besar untuk menutup kekurangan pasokan air baku bagi warga.

AHY meminta Kementerian PU tidak hanya mengandalkan satu skema. Teknologi desalinasi air laut disebut sebagai salah satu opsi yang perlu dihitung secara serius.

“Sementara kita hitung pemanfaatan teknologi desalinasi. Teruskan Satgas Tanki Air, karena sangat dibutuhkan masyarakat yang tidak memiliki akses IPA (air bersih),” tegas AHY.

Dalam kunjungannya, AHY juga berdialog langsung dengan warga Teritip. Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah pembangunan jaringan pipanisasi air baku menuju Sepaku Semoi maupun pemanfaatan teknologi desalinasi.

Persoalan air bersih itu menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur di Kaltim bukan hanya soal proyek besar dan konektivitas antarkawasan.

Di tengah ambisi menjadikan Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan baru, kebutuhan paling dasar seperti air bersih tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *