Subscribe

Dekranasda Kaltim Dorong Wastra dan Kriya Lokal Tembus Pasar Global Lewat BIFF 2026

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur Heni Purwaningsih menilai kekayaan budaya daerah seperti wastra, motif, anyaman, dan kriya tradisional punya potensi raksasa untuk menjadi motor ekonomi kreatif yang mampu menembus panggung global.

Heni menyampaikan bahwa setiap helai wastra dan karya kriya tak sekadar bernilai estetis, tapi juga menyimpan narasi filosofis tentang identitas dan tradisi warisan leluhur. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan produk budaya tersebut tetap relevan dengan selera pasar modern dan generasi muda tanpa kehilangan ruh tradisinya.

Oleh karena itu, perhelatan Borneo International Fashion Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 menjadi ajang strategis untuk mengawinkan tradisi dengan inovasi. BIFF diproyeksikan sebagai jembatan produktif yang mempertemukan perajin lokal dengan desainer nasional maupun internasional.

Melalui ajang ini, para perajin didorong untuk bertransformasi menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mandiri dan berdaya saing. Sementara itu, para desainer ditantang untuk terus melahirkan karya inovatif dengan memadukan identitas daerah ke dalam bahasa mode dunia.

Heni menekankan bahwa penguatan ekosistem ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi multisektoral yang solid, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perbankan, komunitas, hingga media massa. Sinergi ini penting agar karya lokal tak berhenti sebagai produk pajangan, melainkan menjelma menjadi peluang usaha yang membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi Kaltim secara berkelanjutan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *