Dorong Sawit Berkelanjutan, Pemkab Kutim Perkuat Perlindungan Pekerja dan Kesetaraan Gender
Kutai Timur, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memacu sektor perkebunan kelapa sawit agar tumbuh menjadi industri yang berkelanjutan. Langkah ini berfokus pada penguatan perlindungan tenaga kerja, kesetaraan gender, hingga peningkatan kesejahteraan para petani di lapangan.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan industri sawit tidak boleh sekadar berorientasi pada peningkatan produksi dan investasi semata. Keberhasilan subsektor ini juga diukur dari kondisi sosial serta manfaat nyata yang dirasakan para pekerja, keluarga mereka, hingga masyarakat di sekitar area perkebunan.
Pemkab Kutim aktif mendorong pendampingan bagi petani sawit mandiri maupun plasma. Dukungan ini mencakup penguatan program peremajaan sawit rakyat serta peningkatan pemahaman mengenai rantai pasok perkebunan berkelanjutan. Kolaborasi bersama perusahaan, petani, dan organisasi masyarakat sipil diyakini mampu memperkuat posisi Kutim sebagai produsen sawit yang produktif sekaligus ramah sumber daya manusia.
Komitmen tersebut makin dipertegas lewat pertemuan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kutim serta Yayasan Solidaridad. Pertemuan ini menyoroti pentingnya pembentukan Komite Gender di area perusahaan sebagai ruang aspirasi bagi pekerja perempuan dan keluarga mereka.
Selain itu, Pemkab Kutim terus memperluas jangkauan jaminan sosial bagi pekerja perkebunan, termasuk sektor informal dan kelompok rentan. Sosialisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan gencar dilakukan hingga tingkat koperasi agar perlindungan kerja dapat dirasakan secara merata.
Sementara itu, Programme Manager Agricultural Carbon Yayasan Solidaridad Edy Dwi Hartono menyampaikan bahwa kesetaraan gender dan penghormatan hak pekerja merupakan pilar utama perkebunan berkelanjutan. Menurutnya, penerapan standar seperti ISPO dan RSPO tidak boleh sebatas pemenuhan dokumen administratif, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk melindungi perempuan, anak, dan masyarakat sekitar perkebunan. (ant/one)