Pemprov Kaltim Hapus Syarat SKTM dan IP Tinggi Demi Kuliah Gratispol
Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi mengacak-acak syarat lama pendaftaran beasiswa perguruan tinggi dengan menghapus kewajiban Surat Keterangan Tidak Mampu serta standar Indeks Prestasi tinggi. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan langkah berani ini diambil buat menjamin seluruh warga Benua Etam bisa mengakses pendidikan tinggi secara merata tanpa ada sekat latar belakang sosial maupun akademik. Menurutnya, konsep lama yang mewajibkan mahasiswa harus pintar sekaligus miskin demi beasiswa sudah saatnya diganti dengan keadilan akses bagi semua anak daerah.
Lewat program bertajuk Gratispol, seluruh warga yang berdomisili di Kaltim berhak mengantongi kesempatan kuliah cuma-cuma dari jenjang S1, S2, sampai S3. Baik dari keluarga mampu maupun kurang mampu, serta pemegang IP tinggi maupun pas-pasan, semuanya punya hak yang sama buat mendapatkan jaminan biaya pendidikan. Kebijakan ini dihadirkan sebagai komitmen nyata pemprov untuk mendongkrak kualitas SDM dan menaikkan taraf hidup warga tanpa membedakan status sosial.
Program Gratispol yang mulai berjalan penuh pada 2026 ini menyasar mahasiswa baru hingga mahasiswa lanjutan dari semester awal sampai akhir. Memasuki akhir Agustus 2026, realisasi pencairan tahap III sudah menembus angka Rp288,5 miliar yang langsung ditransfer ke rekening perguruan tinggi mitra. Dana ini telah menyokong puluhan ribu mahasiswa di 7 PTN dan 45 PTS, plus puluhan ribu siswa SMA dan SMK yang juga menikmati sekolah serta seragam gratis.
Pemprov Kaltim sendiri sudah menyiapkan amunisi anggaran yang nggak main-main, yakni mencapai Rp1,377 triliun hingga akhir periode anggaran tahun ini demi menjangkau lebih dari 158 ribu mahasiswa. Perubahan dari program Beasiswa Kaltim Tuntas era sebelumnya sangat terasa pada sistem seleksi. Jika dulu menerapkan persaingan ketat berbasis kriteria meritokrasi dan kuota terbatas, kini Gratispol lebih mengedepankan aksesibilitas terbuka buat seluruh warga Kaltim dengan skema pembayaran langsung ke pihak kampus. (ant/one)