Jurus Prabowo Tanggap Masukan BNPB Soal Lumbung Logistik Bencana
Jakarta, nusaetamnews.com Presiden Prabowo Subianto langsung merespons positif masukan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto soal pentingnya setiap Badan Penanggulangan Bencana Daerah punya gudang logistik dan stok bantuan yang selalu siap pakai. Usulan ini dilontarkan Suharyanto saat mendampingi Presiden memimpin rapat penanganan dampak gempa bumi Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, di posko pengungsian Markas Yon TP 834/Wakanga Mere.
Persoalan gudang logistik daerah yang melompong memang jadi kendala klasik saat bencana mendadak menerjang. Menurut Suharyanto, kondisi gudang BPBD yang kosong bikin pemerintah daerah kelabangan memberikan bantuan tahap awal ke warga terdampak. Meski kucuran Bantuan Kemasyarakatan Presiden atau tambahan Belanja Tidak Terduga senilai puluhan miliar sangat menolong delapan pemkab di NTT, strategi jangka panjang tetap butuh stok logistik mandiri di tiap kabupaten dan kota.
BNPB menegaskan kalau posisi mereka sebagai alat pemerintah pusat butuh jeda waktu untuk mendistribusikan bantuan ke lokasi bencana karena tidak punya jalur komando langsung dengan BPBD. Harusnya, pada fase awal bencana, pemerintah daerah sudah bisa menyuplai kebutuhan dasar seperti makanan, selimut, matras, hingga tenda. Suharyanto mengusulkan alokasi anggaran sekitar Rp5 miliar sampai Rp10 miliar per daerah sudah cukup buat mengisi gudang logistik sebelum bantuan pusat datang.
Mendengar masukan realistis tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bakal mencatat dan menghitung skema bantuan ini secara nasional. Pemerintah pusat siap membantu menyokong tiap provinsi dan kabupaten agar para gubernur serta bupati punya lumbung cadangan makanan yang memadai. Prabowo menilai pemda memang idealnya punya inisiatif menyiapkan cadangan darurat, dan jika belum berjalan optimal, pemerintah pusat yang bakal turun tangan mewujudkannya. (ant/one)