Subscribe

Capaian Lampaui Target, PHI Sabet Hasil Manis Produksi Migas Kalimantan di Semester I 2026

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sukses mengukir catatan manis sepanjang semester pertama tahun 2026. Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola aset hulu migas di wilayah Kalimantan, PHI berhasil menggenjot angka produksi minyak dan gas bumi hingga melampaui target yang ditetapkan.

Direktur Utama PHI, Muharram Jaya Pangurinseng, menegaskan bahwa capaian impresif ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan dan ketersediaan energi nasional secara berkelanjutan.

Rapor hijau ini ditunjukkan lewat angka produksi minyak yang menembus 59,3 ribu barel per hari (MBOPD) atau setara 116,1 persen dari target 2026. Tak mau kalah, produksi gas bumi juga meroket hingga 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) yang mencapai 105,4 persen dari target.

Muharram mengungkapkan, raihan positif ini merupakan buah manis dari kerja keras anak-anak perusahaan PHI yang mengeksekusi berbagai proyek strategis di lapangan.

Salah satu pemicunya adalah inovasi teknologi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) yang diterapkan oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) sejak Februari 2026. Inovasi ini terbukti ampuh mendongkrak produksi sumur hingga 150 persen.

Selain itu, keberhasilan ini disokong oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang merampungkan proyek Lapangan Manpatu pada akhir Mei 2026, serta mulai beroperasinya fasilitas anjungan migas keempat proyek Sisi Nubi AOI pada Juni 2026. Keberhasilan PEP Sangasanga Field dalam mengebor sumur pengembangan NKL-1183 turut memperkuat fondasi produksi perusahaan.

Di sisi lain, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) juga memberikan kontribusi positif lewat optimalisasi dua sumur di Lapangan Sejadi.

Muharram menambahkan bahwa PHI terus memutar otak dan berinovasi untuk memaksimalkan angka pengurasan (recovery rate) dari lapangan-lapangan tua di Regional 3 Kalimantan yang sudah beroperasi puluhan tahun.

Bukan cuma jago memproduksi migas, PHI yang membawahi operasi di Zona 8, Zona 9, dan Zona 10 ini juga sukses menjaga standar keselamatan kerja yang tinggi. Perusahaan mencatatkan 73,1 juta jam kerja selamat, zero kecelakaan kerja (nihil NoA), serta menekan rasio Total Recordable Incident Rate (TRIR) hingga ke angka 0,03.

Bekerja sama dengan SKK Migas, PHI juga tak lupa menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menyasar berbagai sektor vital, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, pembangunan infrastruktur, hingga tanggap bencana bagi masyarakat sekitar. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *