Subscribe

Targetkan Stunting Turun ke 19%, Kutim Gencarkan “Aaksi Bergizi” Sasar Remaja Jompo dan Calon Ibu

2 minutes read

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, lagi serius banget nih buat memutus rantai kasus stunting (tengkes) baru. Lewat kolaborasi lintas sektor, Pemkab Kutim resmi menggiatkan program keren dari Kemenkes bernama Aksi Bergizi.

Uniknya, target utama dari gerakan ini adalah para remaja, mulai dari siswi SMP hingga SMA. Kenapa harus remaja? Karena dalam beberapa tahun ke depan, mereka bakal menjadi calon ibu. Dengan membiasakan gaya hidup sehat sejak dini, diharapkan nantinya mereka bisa melahirkan generasi masa depan yang sehat dan bebas stunting.

“Aksi Bergizi ini kami gencarkan agar angka stunting di Kutim bisa turun menjadi 19,38 persen pada 2029,” ujar Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kutim, Mitha Ferdina, di Sangatta, Sabtu (16/5).

Spill Target Penurunan Stunting Kutim Sampai 2029

Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutim 2025–2029, pemerintah sudah menyusun timeline yang ambisius buat nurunin angka prevalensi stunting secara bertahap. Ini dia targetnya:

  • 2024: 26,9% (Kondisi awal)
  • 2025: 25,35%
  • 2026: 23,7% (Target tahun ini!)
  • 2027: 22,16%
  • 2028: 20,72%
  • 2029: 19,38% (Target final)

Biar evaluasinya gak bias, Pemkab Kutim memakai dua indikator sekaligus sebagai alat ukur, yaitu data e-PPGBM (Pencatatan Berbasis Masyarakat) dan hasil survei nasional SSGI-SKI.

Tiga Pilar “Aksi Bergizi” buat Remaja

Biar gak jadi “remaja jompo” yang kurang darah, gerakan Aksi Bergizi ini fokus pada tiga kebiasaan utama:

  1. Rutin konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia pada remaja putri.
  2. Edukasi makanan bergizi seimbang (bye-bye junk food berlebihan!).
  3. Rajin aktivitas fisik alias olahraga biar badan tetap fit.

Gak Cuma Remaja, Layanan dari Bumil Sampai Balita Juga Digas!

Selain menyasar remaja, Pemkab Kutim juga menyiapkan “paket lengkap” penanganan stunting di lapangan melalui Posyandu dan Puskesmas. Beberapa program yang lagi jalan dan bakal di-up antara lain:

  • Edukasi Intensif: Penguatan gizi buat calon pengantin, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui.
  • Skrining Serentak: Pemantauan pertumbuhan anak dan pendampingan pengisian data aksi konvergensi.
  • Intervensi Langsung: Pemberian makanan tambahan, imunisasi, hingga kunjungan langsung ke rumah balita yang punya masalah gizi.
  • Program Fun: Pemeriksaan gratis oleh dokter spesialis, pemberian suplemen, sampai gerakan gratis minum susu dan makan buah bareng.

Lewat treatment dari hulu ke hilir ini, Kutim optimistis target “Kutim Bebas Stunting Baru” bukan cuma sekadar wacana. Yuk, bareng-bareng dukung hidup sehat! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *