Gaspol! LPTQ Kaltim Mulai Godok Kafilah MTQ Korpri 2026: Target Juara, Bukan Sekadar ‘Cuma Ikutan’
Samarinda, nusaetamnews.com : Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur resmi memulai pemusatan latihan (training center) bagi kafilah yang akan berlaga di MTQ VIII Korpri tingkat nasional 2026. Langkah gercep (gerak cepat) ini menjadi bukti keseriusan Kaltim untuk membawa pulang trofi juara umum ke Bumi Etam.
Ketua Umum LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa pemusatan latihan ini adalah “kawah candradimuka” untuk membentuk peserta yang tidak hanya jago secara teknis, tapi juga tangguh secara mental.
“Training center ini bukan sekadar mengasah kemampuan tilawah. Ini proses pembentukan karakter, mulai dari kedisiplinan, kekompakan, sampai penguatan mental spiritual,” ujar Sri Wahyuni saat membuka kegiatan secara daring dari Samarinda, Senin (4/5/2026).
Mentoring Intensif Bareng Pelatih Pro
Pembinaan yang dipusatkan di Samarinda ini melibatkan deretan pelatih berpengalaman yang akan mendampingi langsung para peserta di berbagai cabang lomba. Sistemnya pun dibuat ketat dengan evaluasi berkala guna menutup celah kekurangan dan memoles kualitas performa setiap individu.
Sri Wahyuni, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, meminta seluruh kafilah untuk “all out” dan terbuka terhadap kritik selama masa latihan.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar maksimal. Target kita bukan sekadar partisipan pelengkap, tapi harus kompetitif dan bawa pulang prestasi terbaik,” tegasnya.
Solidaritas Tim: Kunci ‘Bumi Etam’ Juara
Bagi Sri Wahyuni, kesuksesan di level nasional adalah hasil kerja kolektif. Sinergi antara peserta, pelatih, dan ofisial menjadi fondasi utama untuk mengharumkan nama daerah.
“Keberhasilan kafilah adalah hasil kerja tim. Saya menuntut komitmen bersama untuk saling mendukung dan menjaga semangat sampai hari perlombaan tiba,” tambahnya.
Melalui persiapan matang ini, Pemprov Kaltim berharap kafilah Korpri tidak hanya sukses mengharumkan nama daerah, tetapi juga menjadi representasi nyata sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional sekaligus religius dalam menjalankan tugasnya di masyarakat. (ant/one)