Subscribe

Naik Kelas! Disdikbud Kaltim Targetkan 4 “Sekolah Garuda” Bertaraf Internasional

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur tengah tancap gas melakukan upgrade besar-besaran pada kualitas pendidikan daerah. Gak tanggung-tanggung, program Sekolah Garuda Transformasi kini dibidik untuk diperluas menjadi empat sekolah unggulan bertaraf internasional.

Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan strategi akselerasi agar pendidikan di Bumi Etam bisa bersaing di level global secara masif.

“Kami memfokuskan program Sekolah Garuda Transformasi ini menjadi empat sekolah unggulan agar percepatan pendidikan bertaraf internasional segera terwujud,” ujar Armin di Samarinda, Kamis.

SMAN 10 Samarinda Jadi Pioneer

Sejauh ini, SMAN 10 Samarinda menjadi satu-satunya sekolah yang sudah menyandang status Sekolah Garuda Transformasi sejak 2025. Sebagai pilot project, sekolah ini terus digenjot dengan penerapan kelas internasional yang menggunakan pengantar bahasa Inggris secara penuh (full English).

SMAN 10 dipilih karena dinilai memiliki academic culture yang kuat serta didukung tenaga pendidik yang sudah lolos seleksi kecakapan bahasa Inggris.

Tiga Sekolah “Susulan” di Tahun 2026

Saat ini, Disdikbud Kaltim tengah mengajukan tiga kandidat sekolah lainnya kepada Kemendiktisaintek untuk masuk dalam lingkaran transformasi pendidikan ini:

  1. SMAN 2 Sangatta Utara: Diproyeksikan menjadi lokasi perluasan kelas internasional di luar ibu kota provinsi.
  2. SMAN 3 Tenggarong: Diusulkan untuk menjalankan program kelas internasional dengan sistem full boarding school (berasrama).
  3. SMAN 1 Balikpapan: Resmi diusulkan untuk memulai transformasi serupa pada tahun 2026 ini.

Jurus Jitu: Pelatihan Plus Pendampingan

Demi mencetak sekolah top-tier, Disdikbud Kaltim tidak hanya fokus pada fasilitas, tapi juga kualitas “nahkoda” sekolah melalui dua strategi utama:

  • Comprehensive Training: Memberikan pelatihan mendalam bagi guru hingga kepala sekolah untuk memperluas wawasan dan materi ajar.
  • Intensive Mentoring: Melakukan pendampingan ketat di lapangan untuk memastikan ilmu yang didapat saat pelatihan benar-benar diterapkan dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).

“Kedua strategi ini harus jalan beriringan. Pelatihan saja nggak cukup kalau tanpa pengawasan implementasi di lapangan,” tegas Armin.

Dengan skema ini, Kaltim optimis mampu mencetak lulusan yang siap survive dan bersaing di kancah global. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *