Subscribe

Gebrakan Infrastruktur Perbatasan: Kaltim-Kaltara Segera Tersambung Jalan 122 KM via Jalur Swasta!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tancap gas membedah keterisolasian wilayah perbatasan. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengonfirmasi bahwa proyek raksasa jalan penghubung Kaltim-Kaltara sepanjang 122 kilometer kini mulai berjalan dengan skema investasi swasta.

Jalur strategis ini akan membentang dari Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, hingga menembus wilayah Malinau, Kalimantan Utara. Langkah ini diambil untuk memutus rantai logistik yang mahal dan membuka akses ekonomi yang selama ini tertutup.

Konektivitas Lintas Provinsi & Jembatan Strategis

Tak hanya jalan raya, Pemprov Kaltim juga merancang pembangunan jembatan di Long Bagun. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan Putussibau (Kalimantan Barat) menuju Kalimantan Utara.

“Pembangunan ini didukung penuh pihak swasta untuk membuka akses darat perdana Kaltim ke Kaltara secara langsung,” ujar Rudy Mas’ud usai melakukan rangkaian rapat di DPR RI, Selasa (7/4/2026).

Lobi APBN untuk Jalur Perbatasan Malaysia

Sadar bahwa anggaran daerah terbatas, Gubernur Rudy juga bergerak cepat melobi pemerintah pusat. Dalam pertemuan dengan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, Gubernur mendorong percepatan pembangunan jalur perbatasan Kalbar–Kaltim hingga tembus ke perbatasan Malaysia menggunakan dana APBN.

Fokus Pembangunan Perbatasan Kaltim:

  • Aksesibilitas: Jalan 122 km Ujoh Bilang – Malinau (Investasi Swasta).
  • Konektivitas: Jembatan Long Bagun untuk jalur Kalbar – Kaltara.
  • Energi: Pembangunan PLTA memanfaatkan potensi Sungai Mahakam di perbatasan.
  • Kedaulatan: Penguatan infrastruktur sebagai benteng pertahanan negara.

Bukan Sekadar Ekonomi, Tapi Kedaulatan

Dalam rapat terpisah bersama Komisi I DPR RI yang dipimpin Utut Adianto, Gubernur menegaskan bahwa membangun perbatasan adalah soal harga diri bangsa. Selama ini, minimnya infrastruktur membuat harga kebutuhan pokok di perbatasan melambung tinggi dan mobilitas warga terhambat.

“Perbatasan perlu perhatian ekstra karena ini berkaitan langsung dengan kedaulatan negara. Jika akses jalan bagus, jaringan listrik dan telekomunikasi otomatis akan masuk,” tegas Rudy.

Dalam misi jemput bola ke Senayan ini, Gubernur turut didampingi Sekda Kaltim Sri Wahyuni dan Kepala BPKAD Kaltim Ahmad Muzakkir. Dengan kolaborasi antara investasi swasta dan dukungan pusat, wajah perbatasan Kaltim diharapkan berubah total dalam beberapa tahun ke depan. (ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *