SDA Tak Lagi Cukup! Pemprov Kaltim Genjot UMKM Jadi ‘Benteng’ Ekonomi Lawan Krisis Global
Samarinda, nusaetamnews.com : Ketergantungan Kalimantan Timur pada sektor sumber daya alam (SDA) ekstraktif mulai digeser. Pemerintah Provinsi Kaltim kini resmi memperkuat sektor UMKM sebagai strategi utama menciptakan kemandirian ekonomi yang tahan banting terhadap fluktuasi pasar luar negeri.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya tensi geopolitik internasional yang mulai berdampak pada stabilitas ekonomi domestik, mulai dari kenaikan harga bahan baku hingga gangguan rantai pasok global.
Optimalisasi Lokal & Digitalisasi Jadi Kunci
Kepala Bidang Perdagangan DPPKUKM Kaltim, Ali Wardana, menegaskan bahwa UMKM harus segera beradaptasi. Menurutnya, inovasi dan digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan syarat mutlak untuk bertahan.
“UMKM kita menjadi salah satu sektor yang paling rentan karena banyak yang masih bergantung pada bahan baku impor. Solusinya, kita harus optimalisasi bahan baku lokal dan percepat digitalisasi,” ujar Ali dalam dialog publik di Samarinda, Senin (6/4/2026).
Transformasi: Dari Impor ke Substitusi Lokal
Senada dengan Ali, Dekan FEB Universitas Mulawarman, Zainal Abidin, melihat ketidakpastian global justru sebagai peluang emas. Saat harga produk impor meroket, produk lokal punya panggung untuk mengambil alih pasar.
3 Strategi Mitigasi UMKM Kaltim:
- Substitusi Impor: Memanfaatkan SDA lokal Kaltim sebagai bahan baku utama.
- Inovasi Digital: Menggunakan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar hingga level internasional.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dalam hal pembiayaan inklusif.
UMKM Naik Kelas
Pemprov Kaltim menargetkan UMKM tidak hanya sekadar bertahan (survive), tetapi juga mampu “naik kelas” melalui pelatihan manajerial yang intensif. Dengan benteng ekonomi yang kuat di sektor mikro, Kaltim optimistis tetap stabil meskipun diterjang badai ekonomi dunia.
“Ketika produk impor mahal, inilah momentum bagi produk lokal untuk berjaya dengan inovasi digital,” pungkas Zainal. (ant/one)