Subscribe

Ramadhan Anti-Waspada: Disdamkar Samarinda Siagakan 11 Posko 24 Jam demi Tekan Angka Kebakaran!

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mengeluarkan warning bagi warga Kota Tepian untuk meningkatkan kewaspadaan selama bulan suci Ramadhan. Langkah ini diambil menyusul tren kasus kebakaran yang kerap fluktuatif selama periode bulan puasa.

Meski angka kejadian berhasil ditekan dari 23 kasus pada Ramadhan 2024 menjadi 18 kasus pada 2025, Disdamkar enggan kecolongan dan menargetkan angka yang jauh lebih rendah tahun ini.

Response Time Jadi Prioritas: 11 Posko Standby

Demi menjamin kecepatan penanganan (response time), Disdamkar Samarinda telah menyiagakan 11 posko strategis yang tersebar di seluruh penjuru kota. Guna memastikan layanan tanpa jeda, setiap posko diperkuat oleh tiga regu petugas yang berjaga secara shifting selama 24 jam penuh.

“Kami ingin sinergi pencegahan dari kami dan kesadaran masyarakat bisa membuat angka kebakaran tahun ini terjun bebas,” ujar Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Disdamkar Samarinda, Ahmad Suprianto, Kamis (5/3).

Waspada Dua Biang Kerok: Korsleting dan Kelalaian Dapur

Berdasarkan evaluasi lapangan, Suprianto membeberkan dua faktor utama yang paling sering memicu “si jago merah” mengamuk:

  1. Arus Pendek (Korsleting): Menyumbang lebih dari 60% total kasus. Biasanya dipicu penggunaan instalasi listrik non-standar atau beban colokan yang berlebihan.
  2. Human Error di Dapur: Aktivitas memasak saat sahur dan berbuka sering kali dibarengi kondisi fisik yang lelah. “Banyak warga tertidur saat memasak atau lupa mematikan kompor karena terburu-buru,” tambah Suprianto.

Starter Pack Aman ala Disdamkar

Sebagai langkah mitigasi mandiri, masyarakat diimbau untuk menjalankan protokol keamanan berikut:

  • Cek Instalasi Listrik: Hindari penggunaan colokan bertumpuk (t-way) dan rutin periksa kelayakan kabel.
  • Keamanan Dapur: Pastikan regulator dan selang LPG dalam kondisi prima. Jangan pernah meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan.
  • Sedia APAR: Setiap rumah disarankan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau minimal menyiapkan karung goni basah untuk penanganan awal api kecil.

Layanan Darurat: 100 Persen Gratis!

Masyarakat diminta segera melapor jika melihat percikan api atau potensi bahaya melalui WhatsApp Disdamkar Samarinda di 0812-5525-133.

Tak hanya urusan api, Disdamkar juga siap melayani penanganan non-fire rescue seperti evakuasi ular, sarang tawon, hingga pelepasan cincin yang terjepit. “Seluruh layanan kami, baik pemadaman maupun penyelamatan hewan, adalah 100 persen gratis dan siaga 24 jam,” tegas Suprianto. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *