Subscribe

Jembatan Mahakam Kini Punya “Mata Digital”: Pelindo Pasang Sensor Canggih Cegah Tabrakan Kapal

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) bergerak cepat membentengi Jembatan Mahakam dari risiko tabrakan kapal yang kerap terjadi. Langkah antisipasi ini diwujudkan dengan pemasangan fasilitas keamanan mutakhir berupa sensor pemantau perairan dan sistem navigasi pintar di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu.

Teknologi ini dirancang untuk memberikan data real-time yang akurat bagi perwira pandu dan nakhoda agar proses olah gerak kapal lebih aman dan efisien.

Navigasi Presisi dengan Port Entry Light

Peningkatan standar keselamatan ini sejatinya sudah dimulai sejak September 2024 melalui pemasangan Port Entry Light (PEL). Fasilitas ini merupakan lampu suar berintensitas tinggi yang bertugas memandu kapal-kapal besar saat hendak melintasi kolong jembatan.

“Cahaya pemandu ini menandai jalur pelayaran yang aman dan menyoroti potensi bahaya, terutama saat malam hari atau ketika jarak pandang terbatas,” ujar Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward DN Napitupulu, di Samarinda, Kamis (5/3).

Menurut Edward, teknologi PEL sudah menjadi standar keamanan di pelabuhan internasional yang memiliki alur pelayaran sempit dan padat.

Sensor Arus dan Clearance Berbasis Teknologi Kelautan

Memasuki Januari 2026, SPJM menambah “amunisi” teknologi dengan memasang instrumen sensor pemantau kondisi perairan. Alat ini bekerja secara otomatis untuk menyajikan dua data krusial:

  1. Kecepatan Arus: Memberikan informasi dinamika air sungai.
  2. Jarak Bebas (Clearance): Mengukur jarak aman antara permukaan air dengan struktur bawah jembatan.

Seluruh data tersebut langsung terhubung ke layar monitor pemantau yang dipasang strategis di pagar pengaman Jembatan Mahakam, sehingga bisa dipantau secara instan.

Peringatan Otomatis via Pemindai Laser

Tak berhenti di situ, perusahaan pelat merah ini juga menempatkan teknologi laser range finder di stasiun pandu dekat Jembatan Mahulu. Sensor ini berfungsi mengukur ketinggian muatan kapal dengan akurasi tinggi.

“Sistem pintar ini diprogram untuk mengirim notifikasi peringatan otomatis jika mendeteksi muatan kapal yang tingginya melampaui ketentuan regulasi pelayaran,” tegas Edward.

Dengan integrasi lampu suar dan sensor pintar ini, perairan Sungai Mahakam kini memiliki sistem proteksi berlapis. Langkah ini diharapkan mampu mengakhiri drama tabrakan kapal yang selama ini mengancam ketahanan struktur jembatan kebanggaan warga Samarinda tersebut. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *