Subscribe

Selat Hormuz Memanas, Dua Kapal Tanker Pertamina Terjebak: Pemerintah Tempuh Jalur Negosiasi!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran berdampak langsung pada operasional energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) saat ini tertahan di kawasan krusial, Selat Hormuz.

Pemerintah kini tengah melakukan pendekatan negosiasi intensif untuk memastikan aset dan kru kapal bisa segera keluar dari zona merah tersebut.

Upaya Evakuasi dan Jaminan Keselamatan Kru

Bahlil menjelaskan bahwa kedua kapal kargo tersebut saat ini sedang bersandar di titik yang dianggap lebih aman sembari menunggu hasil lobi diplomatik. Di sisi lain, Pertamina menjamin kondisi seluruh awak kapal dalam keadaan selamat meski berada di tengah situasi perang.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz. Sekarang kapal itu lagi sandar cari tempat aman, sambil kami terus melakukan negosiasi,” ujar Bahlil usai acara buka bersama di Kementerian ESDM, Rabu (4/3) malam.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menambahkan bahwa tim armada terus memantau posisi kapal secara real-time. “Kami jalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk memastikan keselamatan para kru dan kapal agar bisa segera keluar dari area teluk,” ungkapnya.

Stok BBM Aman, Pemerintah “Pivot” ke Amerika

Meski dua kapal tanker tertahan, Bahlil menegaskan ketahanan energi Indonesia tidak akan goyah. Pemerintah bergerak cepat dengan mencari alternatif pasokan minyak mentah (crude), BBM, hingga LPG dari Amerika Serikat.

Langkah ini diambil mengingat Selat Hormuz, yang melayani 20 persen konsumsi minyak harian global, dilaporkan telah ditutup secara efektif pasca-serangan lintas negara tersebut.

“Geopolitik memang lagi nggak baik-baik saja, tapi desain alternatif untuk crude, BBM, dan LPG sudah kita siapkan. Insyaallah, stok nasional aman,” tegas Bahlil.

Update Posisi Armada PIS di Timur Tengah

Berdasarkan laporan terbaru per Senin (2/3), terdapat empat kapal PIS yang berada di area konflik dengan status berbeda:

  • Kapal Gamsunoro: Proses loading di Irak.
  • Pertamina Pride: Selesai loading dan berlabuh di Arab Saudi.
  • PIS Rinjani: Berlabuh di Uni Emirat Arab (UAE).
  • PIS Paragon: Proses discharge di Oman.

Dua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, menjadi fokus utama pengawasan karena posisinya yang masih berada di dalam area teluk. Pemerintah berkomitmen terus mengawal krisis ini agar tidak mengganggu stabilitas harga dan pasokan energi di dalam negeri. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *