Subscribe

RSUD Muara Badak Siap Gaspol, Tapi Masih “Haus” 364 Nakes: Bupati Kukar Lobi Pusat!

2 minutes read

Tenggarong, nusaetamnews.com : Gedung sudah berdiri megah, tapi operasional masih terganjal SDM. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini sedang berkejaran dengan waktu untuk memenuhi kuota 364 tenaga kesehatan (nakes) demi mengaktifkan RSUD Aji Muhammad Idris di Kecamatan Muara Badak secara maksimal.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa ratusan posisi ini mencakup spektrum luas, mulai dari dokter spesialis, perawat, bidan, hingga tenaga radiografer dan laboratorium.

Lobi Langsung ke Kemenpan-RB

Menyadari adanya tembok besar berupa pembatasan pengangkatan ASN, Bupati Aulia langsung “terbang” ke Jakarta untuk menemui Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kemenpan-RB, Raka Pamungkas.

Misi utamanya jelas: Meminta diskresi dan dukungan penuh agar RSUD baru ini tidak sekadar jadi pajangan, tapi benar-benar bisa melayani warga Muara Badak dan sekitarnya.

“Saat ini operasional layanan penuh sesuai standar tipe rumah sakit masih terhambat karena kurangnya nakes. Kami butuh percepatan agar mutu pelayanan rujukan bisa segera dinikmati masyarakat,” ujar Aulia di Tenggarong, Sabtu (28/2).

Strategi “Tambal Sulam” dan Janji Pusat

Sambil menunggu lampu hijau dari pusat, Pemkab Kukar tidak tinggal diam. Beberapa strategi darurat sudah disiapkan, antara lain:

  • Redistribusi Nakes: Menata ulang posisi nakes ASN dari fasilitas kesehatan lain yang dianggap lebih stabil.
  • Penataan Internal: Mengoptimalkan SDM yang ada di bawah naungan Dinas Kesehatan Kukar.

Kabar Baiknya: Pihak Kemenpan-RB dilaporkan telah memberikan sinyal positif dan berjanji akan segera mencari solusi konkret atas masalah formasi ini.

Kenapa Ini Penting?

Tanpa 364 nakes ini, RSUD Aji Muhammad Idris tidak bisa beroperasi 100% sesuai standar kesehatan nasional (Permen No. 28/2024). Bagi warga Muara Badak, beroperasinya rumah sakit ini adalah kunci untuk memangkas jarak akses kesehatan yang selama ini cukup jauh.

Bola sekarang ada di tangan Kemenpan-RB. Jika restu pusat turun, RSUD Aji Muhammad Idris bakal jadi tulang punggung baru layanan kesehatan di pesisir Kukar. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *