25 Siswa di PPU Diduga Keracunan Program Makan Bergizi, Operasional Dapur Waru Resmi “Dibekukan”
Penajam, nusaetamnews.com : Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 25 siswa di Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, makin berbuntut panjang. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harusnya jadi asupan sehat, malah bikin puluhan pelajar harus dilarikan ke puskesmas pada Rabu (11/2) lalu.
Berikut adalah update terbaru yang perlu kamu tahu:
Operasional SPPG Disetop Total
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, tegas mengambil langkah “rem darurat”. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Waru yang dikelola Yayasan Bakti Benuo Taka resmi dihentikan sementara. Semuanya harus nunggu hasil lab dan investigasi kelar sebelum boleh masak lagi.
Puding dari Pihak Ketiga Jadi “Tersangka” Utama?
Ada temuan menarik soal penyebab sakit perut, muntah, hingga sesak napas yang dialami para siswa:
- Menu Utama Aman: Makanan utama di SPPG sebenarnya dinilai dalam kondisi oke.
- Pelanggaran Aturan: Diduga ada “menu tambahan” (seperti puding) yang diambil dari pihak luar. Padahal, aturannya jelas: SPPG nggak boleh kerja sama dengan pihak ketiga buat urusan penyediaan makanan.
Polisi Turun Tangan: Kelalaian atau Kesengajaan?
Kapolres PPU, AKBP Alek Andreas Danantara, mengonfirmasi kalau tim gabungan sudah mengamankan sampel makanan buat diuji di lab Dinas Kesehatan.
“Kalau nanti terbukti ada unsur kesengajaan atau kelalaian, proses hukum bakal langsung jalan,” tegasnya.
Sanksi Berat Menanti
Gak cuma urusan hukum, Pemkab PPU juga lagi evaluasi SOP mereka. Kalau hasilnya menunjukkan pengelola teledor, izin operasional SPPG tersebut terancam dicabut permanen alias ditutup total.
Saat ini semua pihak lagi nunggu hasil laboratorium keluar. Pemkab juga lagi bahas soal kemungkinan kompensasi buat para siswa yang jadi korban. (ant/one)